Mendengar kata “Narkoba” dan “PMS”, mungkin kedua kata ini sudah tidak asing lagi kita dengar. Yah!! Ini karena sudah banyaknya kasus ini terjadi. Kali ini, Artikel berikut akan memberi anda penjelasan mengenai kedua kata ini

“NARKOBA”

A.    Pengertian Narkoba

Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya. Jenis-jenis narkoba, diantaranya adalah Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif.

Narkotika adalah Zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika adalah Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misalnya : Alkohol , rokok, cofein.

 

B.     Kemungkinan Yang Terjadi Pada Pengguna Narkotika

Banyak orang beranggapan bagi mereka yang sudah mengkonsumsi mar secara berlebihan beresiko sebagai berikut :

  1. Sebanyak 60% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan kematian karena zat-zat yang terkandung dalam Narkotika mengganggu sistem kekebalan tubuh mereka sehingga dalam waktu yang relatif singkat bisa merenggut jiwa si pemakai.
  2. Sebanyak 20% orang beranggapan bahwa pengguna Narkotika dapat bertindak nekat/bunuh diri karena pemakai cenderung memiliki sifat acuh tak acuh terhadap lingkungannya. Ia menganggap dirinya tidak berguna bagi lingkungannya ini yang memacunya untuk bertindak nekat.
  3. Sebanyak 15% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan hilangnya kontrol bagi si pemakainya, karena setelah mengkonsumsi Narkotika. Zat-zat yang terkandung di dalamnya langsung bekerja menyerang syaraf pada otak yang cenderung membuat tidak sabar dan lepas kontrol.
  4. Sebanyak 5% orang beranggapan bahwa Narkotika menimbulkan penyakit bagi pemakainya. Karena di dalam Narkotika mengandung zat yang mempunyai efek samping yang menimbulkan penyakit baru.

C.    Jenis-jenis Narkoba

Narkoba meliputi :

  • Narkotika

Zat berasal dari tanaman atau bukan tanaman.

Tanaman

  • Opium atau candu/morfin yaitu olahan getah tanaman papaver somniferum tidak terdapat di Indonesia, tetapi diselundupkan di Indonesia.
  • Kokain yaitu olahan daun koka diolah di Amerika (Peru, Bolivia, Kolumbia)
  • Cannabis Sativa atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di Indonesia.

Bukan tanaman

  • Semi sintetik : adalah zat yang diproses secara ekstraksi, isolasi disebutalkaloid opium. Contoh : Heroin, Kodein, Morfin.
  • Sintetik : diperoleh melalui proses kimia bahan baku kimia, menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit (analgesic) seperti penekan batuk (antitusif). Contoh : Amfetamin, Metadon, Petidin, Deksamfetamin.
  • Psikotropika

Adalah obat keras bukan narkotika, digunakan dalam dunia pengobatan sesuai Permenkes RI No. 124/Menkes/Per/II/93, namun dapat menimbulkan ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasan akan sangat merugikan karena efeknya sangat berbahaya seperti narkotika. Psikotropika merupakan pengganti narkotika, karena narkotika mahal harganya. Penggunaannya biasa dicampur dengan air mineral atau alkohol sehingga efeknya seperti narkotika.

  1. Penenang (anti cemas) : bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan syaraf pusat. Contoh : Pil Rohypnol, Mogadon, Valium, Mandrax (Mx).
  2. Stimulant : bekerja mengaktifkan susunan syaraf pusat. Contoh : Amphetamine, MDMA, MDA.
  3. Hallusinogen : bekerja menimbulkan rasa halusinasi/khayalan. Contoh Lysergic Acid Diethylamide (LSD), Psylocibine.
  4. Alkohol. Alkohol dalam ilmu kimia dikenal dengan sebutan etanol adalah minuman keras yang mempunyai efek bisa memabukkan jika minumnya berlebihan.
  • Zat Adiktif

Zat adiktif adalah zat yang sangat berbahaya jika salah pemakaiannya bisa merusak tubuh, bila keracunan bisa menimbulkan halusinasi atau mungkin yang fatal kematian. Contoh : Terpentine, lem karet, thinner, spray aerosol, aceton, dll.

Dari segi efek dan dampak yang ditlinbulkan pada para pemakai narkoba dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan /jenis:

  • Upper Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif seperti sabusabu, ekstasi dan amfetamin.
  • Downer Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang memakai jenis narkoba itu jadi tenang dengan sifatnya yang menenangkan / sedatif seperti obat tidur (hipnotik) dan obat anti rasa cemas.
  • Halusinogen Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat racunnya dibandingkan dengan kegunaan medis.

Adapun jenis-jenis narkoba lain antara lain :

  • Marijuana

Adalah nama khusus untuk Hemp, suatu tanaman tinggi mencapai 2 meter, bentuk daun mirip daun singkong, daun warna hijau dan tumbuh terbaik didaerah pegunungan. Zat kimia addictive utama didalam marijuana adalah tetra hydrocannabinol yang dapat dideteksi melalui air kencing. Para pecandu narkoba menghisap marijuana dengan rokok atau pipa. Jika putus dari zat marijuana, maka si pemakai akan sakaw dengan gejala macam-macam seperti mata berair, hidung berselesma, badan jadi nyeri. Pemakaian yang semakin banyak zat marijuana akan menyebabkan kehilangan memori, kemampuan belajar, dan motivasi.Marijuana juga dapat menyebabkan distorsi persepsi (penyimpangan persepsi dari kenyataan), kehilangan koordinasi, detak jantung meningkat timbul rasa cemas yang terus menerus. Sebagai akibat medical dapat menyebabkan kerusakan paru, batuk kronis, bronchitis.

  • Cocaine.

Cocaine sering dihirup melalui hidung, akan tetapi juga diisap dengan rokok atau jika disuntikkan akan berdampak penyakit HIV/AIDS. Akibat cocaine terhadap fisik pemakai adalah terhambatnya saluran darah, pupil mata membesar, panas badan meningkat, denyut jantung meningkat, darah tinggi, perasaan gelisah, nyeri, cemas. Menghisap crack cocaine bersama rokok akan menimbulkan paranoia(sejenis penyakit jiwa yang meyebabkan timbul ilusi yang salah tentang sesuatu dan akhirnya bisa bersifat agresif akibat delusi yang dialaminya). Cocaine dapat menyebabkan kematian karena pernafasannya tersendat lalu otak kekurangan oksigen.

  • Methamphetamine.

Adalah sejenis obat yang kuat yang menyebabkan orang kecanduan yang dapat merangsang saraf sentral. Dapat dikonsumsi melalui mulut, dihirup, daya serangnya ke otak si pemakai.

  • Heroin.

Kebanyakan pemakai heroin menyuntikkan zat tersebut ke dalam tubuhnya. Si pemakai merasakan gelora kesenangan diiringi panas badan, mulut kering, perasaan yang berat dan mental jadi kelam berawan menuju depresi di dalam system saraf sentral. Jika dihentikan maka si pemakai akan sakaw, gelisah, sakit pada otot dan tulang, insomnia, muntaber. Untuk menghilangkan kecanduan harus ada kerja sama antara pecandu dengan pembimbing/dokter. Biasannya hal ini dilakukan oleh konselor spesialis narkoba dengan menggunakan muti-methods/konseling terpadu. Metode dokter dengan memberi opiates sedikit demi sedikit dalam jangka panjang untuk pngobatan kecanduan heroin dimaksudkan agar pasien tidak melakukan injeksi yang sangat membahayakan dirinya karena over dosis dan bahaya penyakit HIV dan hepatitis C.

  • Ecstasy.

Dapat menyebabkan depresi, cemas dalam tidur, kecemasan, paranoia. Ciri fisik : ketegangan otot, mual, pingsan, tekanan darah tinggi. Menyebabkan kerusakan otak karena sel otak rusak diserang oleh obat tersebut yang menimbulkan si pasien agresif, mood, kegiatan seks meningkat, tidur terus, sensitif kena penyakit.

  • Rohypnol.

Obat ini amat beresiko terhadap kesehatan manusia pemakai, seperti liver, ginjal, tekanan darah, kerusakan pada otak. c. Gammahydroxybutyrate. Akibat over dosis adalah kehilangan kesadaran, serangan jantung. d. Ketamine. Gejala yang dipakai adalah menimbulkan efek halusinasi dan mimpi yang diinginkan. Jika over dosis berakibat kehilangan memory, mengigau, kehilangan koordinasi.

D.     Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

  • Lingkungan

Faktor lingkungan menyangkut teman sebaya, orang tua,dan remaja itu sendiri.Pada mass remaja, teman sebaya menduduki peran utama ads kehidupan mereka, bahkan menggantikan peran keluarga/orang tua dalam sosialisasi dan aktivitas waktu Luang dengan hubungan yang bervariasi dan membuat norms dan sistem nilai yang berbeda.

Faktanya:

  1. Pads masa remaja terjadi jarak fisik dan Psikologis yang cendrung berakibat penurunan kedekatan emosi,dan kehangatan, bahkan cendrung timbul konflik remaja denganorang tua.
  2. Konflik keluarga membuat remaja tergantung pads teman sebaya uantuk dukungan emosi.
  • Faktor Individu

Selain faktor lingkungan,peran genetik jugs merupakan komponen yang berpengaruh terhadap penyalahgunaan narkoba, setidaknya untuk beberapa individu. Sederhananya, orang tua pelaku penyalahgunaan narkoba cendrung menurun kepada anaknya, terlebih pads ibu yang sedang hamil.Faktor-faktor individu lainnya adalah: Sikap positif terhadap”minum*quot;. Sifat mudah terpengaruh, kurangnya pemahaman terhadap agama, pencarian sensasi atau kebutuhan tinggi terhadap “excitment”

  • Faktor Teman Sebaya

Teman sebaya memiliki pengaruh yang paling dasyat terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Anak dari keluarga baik-baik, nilai sekolah baik, lingkungan baik cenderung terlibat narkoba jika Leman-temannya menggunakan narkoba.

  • Faktor Sekolah, Kerja, dan Komunitas
  • Kegagalan Akademik
    1. Komitmen rendah terhadap sekolah : datang sekolah hanya untuk ketemu teman , merokok, lalu bolos.
    2. Transisi sekolah : peralihan j enj ang sekolah yang berakibat penurunan prestasi memberi andil dalam penyalahgunaan narkoba.
    3. Faktor komunitas biasanya akibat : komunitas permisif terhadap hukum dan norms, kurang patuh terhadap aturan,status sosial ekonomi

E.     Ciri-Ciri Bagi Pengguna Narkoba

Pada pengguna Narkotika yang berlebihan dapat menimbulkan keracunan atau efek sebagai berikut :

  • Efek yang ditimbulkan opium bagi penggunanya :

a. Muntah dan mual

b. Sakit kepala

  • Efek yang ditimbulkan kokain bagi penggunanya :

a. Nafsu makan hilang

b. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat

  • Efek yang ditimbulkannya heroin bagi penggunanya :

a. Reaksi panic

b. Gelisah

  • Efek yang ditimbulkannya putau bagi penggunanya :

a. Emosi lepas control

b. Gangguan pergerakan

  • Efek yang ditimbulkannya cannabis sativa bagi penggunanya :

a. Menyebabkan khayalan

b. Tingkah lakunya tidak terkontrol

c. Melawan kepada orang tua

d. Mencemarkan nama baik keluarga

F.     Bahaya Narkoba

Bagi Remaja

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Bagi pelajar

Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:

  • Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
  • Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
  • Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
  • Sering menguap, mengantuk, dan malas,
  • Tidak memedulikan kesehatan diri,
  • Suka mencuri untuk membeli narkoba.

G.    Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan Narkotika akan mempengaruhi sifat seseorang dan menimbulkan bermacam-macam bahaya antara lain :

  • Terhadap diri sendiri.
  1. Mampu merubah kepribadiannya
  2. Menimbulkan sifat masa bodoh
  3. Suka berhubungan seks
  4. Tidak segan-segan menyiksa diri
  5. Menjadi seorang pemalas
  6. Semangat belajar menurun
  • Terhadap keluarga
  1. Suka mencuri barang yang ada di rumahnya sendiri
  2. Mencemarkan nama baik keluarga
  3. Melawan kepada orang tua
  • Terhadap masyarakat
  1. Melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat
  2. Melakukan tindak criminal
  3. Mengganggu ketertiban umum

H.    Upaya Pencegahan

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin. Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.

  • Peran Sekolah

Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani. Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik

  • Peran Pemerintah

Peran yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah besar dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika dan sejenisnya. Melalui pengendalian dan pengawasan langsung terhadap jalur peredaran gelap dengan tujuan agar potensi kejahatan tidak berkembang menjadi ancaman faktual. Langkah yang ditempuh antara lain dengan tindakan sebagai berikut :

  1. Melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat yang diduga keras sebagai jalur lalu lintas gelap peredaran Narkotika.
  2. Secara rutin melakukan pengawasan di tempat hiburan malam.
  3. Bekerja sama dengan pendidik untuk melakukan pengawasan terhadap sekolah yang diduga terjadi penyalahgunaan Narkotika oleh siswanya.
  4. Meminta kepada instansi yang mempunyai wewenang izin sebagai penerbit tempat hiburan malam untuk selalu menindak lanjuti surat izin pendirian tempat hiburan malam barangkali akan dijadikan media untuk memperlancar jalur peredaran Narkotika.

I.       Strategi Penanganan

  • Pendektesian Terhadap Anak
  1. Perhatikan perubahan pada diri si anak (bohong,bolos,bengong bego, dan bodoh);
  2. Perhatikan prestasi, aspirasi dan masalh yang ada di sekolah.
  3. Perhatikan kegiatan keagamaan si anak dan harga diri si anak.
  4. Perhatikan perubahan emosi dan hubungan anak dan orang tua.
  • Pendekatan Psikologis
  1. Faktor Individu

Ciptakan hubungan akrab dalam keluarga.

Ciptakan kesadaran bahwa keberhasilan dan kegagalan merupakan usaha sendiri, orang lain hanya Fasilitator

  • Libatkan secara intensip si anak terhadap aktivitas keagamaan.
  1. Faktor Keluarga

Ciptakan keharmonisan dalam keluarga , hilangkan jarak antara orang tua dengan membangun suasana demokratis. Ciptakan komunikasi yang produktif dan terapkan aturan yang jelas.

  1. Faktor Teman Sebaya, Sekolah dan Lingkungan
  • Perhatikan prestasi belajar anak dan terns memberi semangat.
  • Cermati Tatar belakang dan prilaku teman-teman terdekat si anak.

Cermati jika ada perubahan kebiasaan si anak dari biasanya.

J.      Kendala

  • Kurangnya kerja sama antara aparat dengan masyarakat dalam mengungkap sindikat Narkotika .
  • Modus yang dijalankan pengedar Narkotika makin bervariasi dan terorganisir sehingga aparat mengalami hambatan dalam pengungkapannya.
  • Ketidaktegasan sanksi yang diberikan pemerintah kepada pelaku penyalahgunaan Narkotika
  • Ketidaktahuan masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi Narkotika jika mereka sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsinya mengapa mereka masih juga memakainya.
  • Banyak berdiri tempat-tempat hiburan malam ilegal yang diduga menjadi peredaran gelap Narkotika.
  • Peredaran narkoba masih sulit diberantas karena produk hukum yang ada kurang bisa menjerat bandar-bandar narkoba.
  • Kampanye untuk menunjukkan bahaya penggunaan narkoba masih kurang bisa menggapai ke seluruh pelosok nusantara karena kurangnya dana

K.    Solusi

  • Mengadakan pendidikan secara mendalam pada setiap kasus Narkotika apa yang melatarbelakanginya.
  • Menutup/menyegel tempat hiburan malam yang telah diduga menjadi sarang peredaran narkoba
  • Menindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan Narkotika dengan hukuman yang berat agar mereka jera.
  • Pemerintah harus memperhatikan betul aparat-aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim dan lain-lain agar tidak mempermainkan kasus narkoba dengan memberi hukuman yang ringan pada bandar-bandar narkoba yang tertangkap.
  • Dana yang dialokasikan untuk kampanye penanggulangan narkoba agar diperbesar baik dari APBN maupun APBD.

“ Penyakit Menular Seksual (PMS) “

A.    Pengertian PMS

PMS (Penyakit Menular Seksual) adalah penyakit yang penularannya melalui hubungan kelamin,tetapi dapat juga melalui kontak langsung alat-alat,handuk,dan juga melalui trasfusi darah.Penyakit ini memberi ancaman terhadap banyak remaja yang saat ini tengah menderita PMS tanpa menyadarinya dan terganggu oleh gejala-gejalanya,namun tidak mencurigai ke arah PMS.Beberapa jenis PMS akan merusak organ reproduksi dalam jika dibiarkan tidak diobati sekalipun akan menimbulkan gejala seperti nyeri,gatal atau keluanya cairan.Akhir-akhir ini terdapat peningkatan dan kejadian PMS di tengah masyarakat,penyebabnya adalah semakin banyak remaja melakukan kegiatan seksual tanpa memakai pelindung(kondom),semakin meluasnya pengunaan pil anti hamil.

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah : Suatu gangguan/ penyakit-penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pertama sekali penyakit ini sering disebut ‘Penyakit Kelamin’ atau Veneral Disease, tetapi sekarang sebutan yang paling tepat adalah Penyakit Hubungan Seksual/ Seksually Transmitted Disease atau secara umum disebut Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebabkan :

  • Disebabkan oleh Bakteri : Gonorrhoe, Sifilis, Urethritis, Vaginosis Bakterial
  • Disebabkan Virus : AIDS, Herpes Genitalis, Hepatitis B, Kondiloma Akuminata
  • Disebabkan oleh Jamur : Kandidiasis Vaginosis
  • Disebabkan oleh Parasit : Scabies, Pedikulosis Pubis

B.     Jenis-Jenis PMS

Sifilis

Sifilis adalah suatu penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, bentuknya sangat kecil. Bakteri tersebut umumnya hidup di mukosa (saluran) genetalia, rektum, dan mulut yang hangat dan basah. Bakteri penyebab sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Sifilis tidak ditularkan tanpa hubungan seksual, apalagi melalui benda mati seperti misalnya bangku, tempat duduk toilet, handuk, gelas, atau benda-benda lain yang bekas digunakan atau dipakai oleh pengindap.

Raja Singa disebabkan virus Treponema Pallidum dan masa tanpa gejalany berlangsung 3-4 minggu, terkadang sampai 13 minggu. Setelah itu akan timbul benjolan di sekitar alat kelamin, kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu serta hilang sendiri tanpa diobati. Bercak kemerahan pada tubuh juga akan muncul sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seks. Seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini dan gejala ini akan hilang dengan sendirinya. Dua sampai tiga tahun pertama, penyakit ini tidak akan menunjukkan gejala apa-apa. Setelah lima sampai 10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada wanita hamil penderita sifilis, dapat menularkan pada bayi yang dikandungnya, sehingga sang bayi bisa terlahir dengan kerusakan kulit, hati, limfa dan keterbelakangan mental.

Tanda- tanda atau gejalanya

  1. Tanda yang pertama biasanya luka atau borok yang disebut ‘CHANCRE”.ditimbulkan 2-5 minggu setelah hubungan kelamin dengan seorang penderita syphilis,lukanya dapat terlihat seperti jerawat,lepuh atau borok yang terluka ,biasanya terdapat pada daerah kelamin laki-laki dan wanita.borok ini penuh dengan kuman yang mudah ditularkan kepada orang lain.(Borok tersebut biasanya tidak nyeri dan jika terdapat di dalam vagina,mungkin siwanita tidak menyadari bahwa ia menderita syphilis tetapivia dapat menginfeksi orang lain dengan mudah).
  1. Luka borok hanya berlangsung beberapa hari dan kemudian hilang sendiri tanpa pengobatan,namun penyakit terus menyebar di seluruh tubuh.
  2. Beberapa minggu atau bulan kemudian,dapat terjadi sakit leher,panas ringan,luka pada mulut atau pembengkakan sendi,mungkin muncul pada kulit.

Langkah pertolongan atau pengobatan

  • Memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar darah diperiksa di laboraturium.
  • Meminum antibiotika atas resep dokter,biasanya dengan Penisilin,Tetracyclin.

Mencegah penyakit Sifilis

  • Berpantang seks sebelum menikah.
  • Hubungan monogami seumur hidup.
  • Melakukan seks yang aman .
  • Periksalah organ reproduksi anda ke rumah sakit
  • Hindarkan gonta-ganti pasangan
  • Sebelum menikah pilihlah pasangan secara berhati-hati

Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan penyakit  infeksi protozoa yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, biasanya ditularkan melalui hubungan seksual dan sering menyerang saluran kencing bagian bawah pada wanita. Keluhan lain yang mungkin terjadi adalah pendarahan setelah melakukan hubungan kelamin dan pendarahan diantara menstruasi.

Kandidiasis

Kandidiasis adalah infeksi saluran kelamin yang disebabkan oleh Candida albicans dan ragi (Yeast) lain dari genus kandida. Infeksi biasanya bersifat local. Selain pada vulva atau vagina, juga pada hidung, mulut, tenggorok, usus, dan kulit. Candida adalah mikroorganisme oportunis, dapat dijumpai di seluruh badan, terutama dalam mulut, kolon, kuku, vagina, dan saluran anorektal.Gejala yang biasanya muncul pada kandidosis adalah keluhan panas, atau iritasi pada vulva dan keputihan yang tidak berbau.

Gonore

Gonore (GO) adalah penyakit menular seksual (PMS), yang disebabkan oleh kuman yang bernama Neisseria gonorrhoaea yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum (usus bagian bawah), tenggorokan maupun bagian putih mata (Gonorhoaea Conjugtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah kebagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.

Ciri-ciri orang yang terkena gonore adalah: apabila pria, ia akan merasa panas ketika buang air kecil (kencing), dan bila diamati, ternyata setelah mengeluarkan air seni, dari ujung alat kelaminnya akan terlihat adanya nanah yang ikut terbawa keluar. Pada wanita gonore umumnya tidak menimbulkan rasa panas atau sakit, terkecuali jika ia terjangkit penyakit keputihan dengan gejala keluarnya semacam lendir atau cairan kuning kehijau-hijauan (semacam nanah), dalam jumlah yang cukup banyak. Selain menimbulkan rasa panas dan bernanah, gonore juga dapat menyebabkan merah dan bengkak pada ujung alat kelamin kaum pria, juga di sekeliling vagina (liang senggama) kaum wanita yang terinfeksi gonore. Kencing nanah atau gonore, sebuah penyakit menular seksual yang disebabkan Neisseria gonnorhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih maya (konjungtiva). Penyakit ini bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.

Gonore pada wanita bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga menimbulkan nyeri pinggul dan gangguan reproduksi. Gejala penyakit ini pada wanita, awalnya biasa timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Pada lelaki, gejalanya berupa rasa sakit pada saat kencing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Akibat penyakit ini, baik lelaki juga perempuan dapat berupa kemandulan, dan dapat diturunkan pada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata dan dapat menyebabkan kebutaan.

Tanda-tanda atau gejalanya

  • Pada Laki-laki
  1. Nyeri waktu buang air kecil
  2. Tetesan nanah dari penis.
  3. Kesukaran buang air kecil.
  4. Bengkak dan nyeri di selangkangan
  5. Demam.
  • Pada Perempuan
  1. Nyeri waktu buang air kecil.
  2. Nyeri di perut bawah (Abdomen).
  3. Gangguan sirklus haid (mens).
  4. Mengalami keputihan ringan.
  5. Demam.

Langkah pertolongan atau pengobatan

  • Memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar cairan atau nanah diperiksa di laboraturium.
  • Meminum antibiotika atas resep dokter, biasanya dengan Penisilin, Tetracyclin, Streptomycin, dan Probenecid.

Mencegah penyakit Gonore

  • Berpantang seks sebelum menikah.
  • Hubungan monogami seumur hidup.
  • Melakukan seks yang aman .

Herpes Genital

Penyakit ini disebabkan virus Herpes Simplex dengan masa tenggang 4-7 hari sesudah virus masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks. Gejala yang ditimbulkan berupa bintil-bintil seperti anggur di sekitar kelamin, jika pecah dapat menyebabkan luka kering mengerak lalu hilang, dan akan terus terulang seumur hidup. Pada perempuan, beberapa tahun kemudian seringkali menjadi kanker mulut rahim. Obat ampuh untuk penyakit ini belum ditemukan, tetapi pengobatan anti virus dapat mengurangi rasa sakit dan lamanya jangka waktu penyakit.

Tanda-tanda atau gejalanya

  1. Gejala timbul sekitar 6-8 hari sesudah infeksi dalam bentuk luka di daerah kemaluan.mula-mula berupa bintit merah yang perih di vulva atau penis.
  2. Virus ini mengakibatkan sakit kepala ,nyeri otot ,demam,kelenjar getah bening membengkak,dan nyeri waktu buang air kecil

Langkah pertolongan atau pengobatan

  • Memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar cairan diperiksa di laboraturium.
  • Meminum obat acyclovir atau zovirax bekerja hanya menghilangkan nyeri dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Berendam di air hangat

Mencegah penyakit Herpes Genital

  • Berpantang seks sebelum menikah.
  • Hubungan monogami seumur hidup.
  • Melakukan seks yang aman .
  • Periksalah organ reproduksi anda ke rumah sakit.
  • Hindarkan gonta-ganti pasangan.
  • sebelum menikah pilihlah pasangan secara berhati-hati

 Klamidia

Penyakit yang disebabkan Chlamydia trachomatis ini memiliki gejala timbulnya peradangan pada alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Gejala ini tidak akan terjadi pada 7-12 hari setelah penderita terinfeksi. Pada perempuan, gejala yang ditimbulkan berupa keluarnya cairan dari alat kelamin (keputihan encer) berwarna kuning kecoklatan, rasa nyeri di rongga pinggul, pendarahan setelah hubungan seksual. Dan pada lelaki, gejalanya berupa keluarnya cairan bening dari saluran kencing, rasa nyeri saat kencing, dan infeksi lebih lanjut dapat menyebabkan banyak cairan dan bercampur nanah.

Tidak jarang gejala ini tidak akan muncul sama sekali, sehingga penderita tidak sadar dirinya terkena PMS. Perempuan yang terkena Klamidia dapat mengakibatkan cacatnya saluran telur dan kemandulan, radang saluran kencing, dan robeknya saluran ketuban sehinga terjadi kelahiran prematur. Sementara pada lelaki, dapat mengakibatkan kemandulan, rusaknya saluran air mani, dan radang saluran kencing. Sekitar 60-70% bayi dapat terkena penyakit mata atau saluran pernafasan (pneumonia).

Tanda-tanda atau gejalanya

  • Pada Laki-laki
  1. Nyeri waktu buang air kecil
  2. Berat pada buah pelir dan gatal
  3. Kesukaran buang air kecil.
  4. Bengkak dan nyeri di selangkangan
  5. Demam.
  • Pada Wanita
  1. Nyeri waktu buang air kecil.
  2. Nyeri di perut bawah (Abdomen).
  3. Gangguan sirklus haid (mens).
  4. Mengalami keputihan ringan.
  5. Demam.

Langkah pertolongan atau pengobatan

  • Memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar cairan atau nanah diperiksa di laboraturium.
  • Meminum antibiotika atas resep dokter,biasanya dengan Penisilin, Tetracyclin, Streptomycin, dan Probenecid.

Mencegah penyakit Klamidia

  • Berpantang seks sebelum menikah.
  • Hubungan monogami seumur hidup.
  • Melakukan seks yang aman .
  • Periksalah organ reproduksi anda ke rumah sakit.
  • Hindarkan gonta-ganti pasangan.
  • sebelum menikah pilihlah pasangan secara berhati-hati.

Genital Warts

Genital warts disebabkan oleh human papiloma virus agak mirp dengan kutil gatal dan warna kuning agak keabu-abuan pada permukaan kulit yang kering

Tanda-tanda atau gejalanya

  1. Terdapat kutil yang tiba –tiba tumbuh di daerah luar kemaluan seperti di mulut, bibir, alis, puting susu, sekitar anus dan di dalam rektum
  2. Mengeluarkan cairan atau darah dan perih pada uretra
  3. Menimbulkan kanker pada organ reproduksi

Langkah pengobatan atau pertolongan

  • Memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar cairan kutil diperiksa di laboraturium.
  • Diangkat dengan teknik pembekuan (cryotherapy)

Mencegah penyakit Genital Warts

  • Berpantang seks sebelum menikah.
  • Hubungan monogami seumur hidup.
  • Melakukan seks yang aman .
  • Periksalah organ reproduksi anda ke rumah sakit.
  • Hindarkan gonta-ganti pasangan.
  • sebelum menikah pilihlah pasangan secara berhati-hati.

 VAGINITIS

Vaginitis adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan adanya infeksi atau peradangan vagina.di tandai dengan keluarnya cairan yang kurang sedap dari vagina.Dan gatal atau iritasi di daerah kemaluan dan perih sewaktu kencing.disebabkan oleh bakteri candida dan trichomonas.

Mencegah Infeksi Vagina

Dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter ahli penyakit kandungan(ginekolog).Anjuran untuk mencegah terjadi vaginitis:

  1. Basuhlah bagian luar kemaluan secara teratur dengan sabun ringan
  2. Pakailah celana dalam katun
  3. Jangan memakai celana yang terlalu ketat pada selangkangan
  4. Hindari diet yang kaya gula atauy karbohidrat olahan,karena dapat mengubah pH normal vagina dan memungkinkan kuman berkembang
  5. Periharalah kesehatan umum anda
  6. Diet buruk dan kurang tidur dapat menurunkan pertahanan anda terhadap infeksi.
  7. Hentikan hubungan seks yang nyeri atau mengakibatkan lecet
  8. Jika kehidupan seks anda aktif,jangan lupa menjaga kebersihan dan memakai kondom
  9. Hindarkan pemakaian vaselin,lebih baik pakai jelly atau pelumas yang steril dan larut air

HIV/AIDS

AIDS (Aquired immuno deficiency syindrome) . Sydrome adalah sindroma merupakan kumpulan gejala dan tanda pepnyakit; Defisiency = kekurangan; Immuno = berarti kekebalan ; Aquired = diperoleh/didapat. Dalam hal ini AIDS bukan penyakit keturunan tetapi penyakit virus HIV ( Human Imuno Deficiency Virus) yang menghancurkan kekebalan tubuh manusia.  AIDS ditularkan melaluiseksual, trasfusi darah, pemberian produk darah , alat suntik dan ibu hamil  pengindap HIV kepada bayinya.

Tanda-tanda dan gejala HIV/AIDS

  • Penurunan berat badan sehingga 10% yang tidak diketahui puncaknya
  • Batuk yang kronik dan berterusan
  • Demam yang berpanjangan. Demam ini berlaku secara berkala ataupun berterusan
  • Pembengkakan nodus limfa terutamanya di leher, ketiak dan selakangan.
  • Terserang herpes zoster yang berulang-ulang. Herpes zoster merupakan infeksi saraf oleh virus yang dicirikan oleh kehadiran lepuhan pada kulit.
  • Kandidiasis di mulut dan tekak. Kandidiasis merupakan sejenis penyakit yang disebabkan oleh sejenis kulat (fungus).

Cara menghindar dari HIV/AIDS

  • Lebih aman berhubungan seks dengan pasangan tetap (tidak berganti-ganti pasangan seksual).
  • Hindari hubungan seks di luar nikah.
  • Sedapat mungkin menghindari tranfusi darah yang tidak jelas asalnya; menggunakan alat-alat medis dan non media yang terjamin streril.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang PMS:

  1. PMS dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan
  2. Penularan PMS dapat terjadi walaupun hanya sekali melakukan hubungan seksual  tanpa menggunakan kondom dengan penderita PMS
  3. Tidak ada seorangpun yang kebal terhdap PMS
  4. Perempuan lebih mudah tertular PMS dari pasangannya dibandingkan sebaliknya, karena bentuk alatr kelaminnya dan luasnya permukaan yang terpapar oleh sperma pasangannya
  5. Infeksi atau borok pada alat reproduksi perempuan sering tersembunyi dan tidak mudah terlihat oleh petugas yang kurang terlatih. Disamping itu keluhannyapun tidak jelas dan perempuan sering merasa malu untuk menceritakan masalahnya dan diperiksa alat kelaminnya.
  6. ISR meningkatkan resiko penularan PMS/HIV/AIDS pada perempuan sepuluh kali lebih besar
  7. Beberapa PMS mungkin tidak menimbulkan gejala yang berarti pada perempuan, tetapi tetap dapat menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya
  8. Tanda-tanda dan gejala PMS pada laki-laki biasanya tampak jelas sebagai luka atau duh tubuh  sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih awal
  9. PMS sering tidak diobati dengan benar, sehingga mengakibatkan penularan dan penderitaan yang berkepanjangan, kebanyakan PMS dapat diobati bila pengobatannya tepat dan pada saat yang tepat pula
  10. Komplikasi PMS seperti kemandulan dapat dicegah bila PMS segera diobati
  11. Belum ada vaksin atau imunisasi untuk PMS
  12. PMS meningkatkan kemungkinan tertular HIV/AIDS sebanyak 4x

C.    Gejala awal yang menjadi pertanda PMS

Gejala awal yang menjadi pertanda PMS, antara lain:

  • Benjolan atau lecet di sekitar alat kelamin
  • Gatal atau sakit di sekitar alat kelamin
  • Bengkak atau merah di sekitar lat kelamin
  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya
  • Demam, lemah, kulit menguning dan rasa nyeri sekujur tubuh
  • Kehilangan berat badan, diare dan keringat malam hari
  • Keluar cairan dari alat vital yang tidak biasa, berbau dan gatal
  • Pada wanita keluar darah di luar masa menstruasi dll

D.    Akibat dari PMS

Akibat PMS, antara Lain:

  • Kemandulan
  • Kecacatan
  • Gangguan kehamilan
  • Kanker
  • Kematian

E.     Penularan PMS

Penularan PMS juga dapat terjadi dengan cara lain, yaitu :

Melalui darah :

  • Transfusi darah dengan darah yang sudah terinfeksi HIV,
  • Saling bertukar jarum suntik pada pemakaian narkoba,
  • Tertusuk jarum suntik yang tidak steril secara sengaja/tidak sengaja,
  • Menindik telinga atau tato dengan jarum yang tidak steril,
  • Penggunaan alat pisau cukur secara bersama-sama (khususnya jika terluka dan menyisakan darah pada alat).

Dari ibu hamil kepada bayi :

  • Saat hamil,
  • Saat melahirkan
  • Saat menyusui

F.     Cara menghindarkan diri dari PMS

Bagi remaja yang belum menikah, cara yang paling ampuh adalah tidak melakukan hubungan seksual, saling setia bagi pasangan yang sudah menikah, hindari hubungan seksual yang tidak aman atau berisiko, selalu menggunakan kondom untuk mencegah penularan PMS, selalu menjaga kebersihan alat kelamin. Jenis-jenis PMS. Ada banyak macam penyakit yang bisa digolongkan sebagai PMS. Di Indonesia yang banyak ditemukan saat ini adalah gonore (GO), sifilis (raja singa), herpes kelamin, klamidia, trikomoniasis, kandidiasis vagina, kutil kelamin.

G.    Pengobatan PMS

Kebanyakan PMS dapat diobati, namun ada beberapa yang tidak bisa diobati secara tuntas seperti HIV/AIDS dan herpes kelamin. Jika kita terkena PMS, satu-stunya cara adalah berobat ke dokter atau tenaga kesehatan. Jangan mengobati diri sendiri. Selain itu, pasangan kita juga harus diobati agar tidak saling menularkan kembali penyakit tersebut. Mitos-mitos seputar PMS. Perlu diketahui bahwa PMS tidak dapat dicegah hanya dengan memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya, mencuci alat kelamin setelah berhubungan seksual, minum jamu-jamuan, minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks.

Mungkin itulah sekilas mengenai Narkoba dan PMS, Terima Kasih Telah Membaca :)

About sepukelrisal

Saya Seorang Pelajar di SMPN 08 Makassar kelas IX A (Azayakana). Tujuan saya membuat beberapa tulisan agar dapat membantu para pelajar yang lain terutama pelajar SMP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s